1. Tujuan Kebijakan

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Universitas Swadaya Gunung Jati bertujuan untuk :

  1. Menjamin pemenuhan Standar Pendidikan Tinggi secara sistemik dan berkelanjutan, sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu.
  2. Menjamin bahwa setiap pelayanan pendidikan kepada mahasiswa dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan, sehingga apabila diketahui sesuai dengan standar yang ditetapkan, sehingga apabila diketahui bahwa standar tersebut tidak bermutu atau terjadi penyimpangan antara kondisi riil dengan standar akan segera diperbaiki.
  3. Mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pada masyarakat, khususnya orang tua/wali mahasiswa, tentang penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
  4. Mengajak semua pihak di dalam Unswagati untuk bekerja mencapai tujuan dengan berpatokan pada standar dan secara berkelanjutan berupaya untuk meningkatkan mutu.

 

  1. Azas Pelaksanaan Kebijakan
  2. Azas akuntabilitas yaitu bahwa dalam pelaksanaan kebijakan SPMI harus dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, terbuka dan senantiasa mengacu pada perkembangan keilmuan yang mutakhir dan dinamis;
  3. Azas transparansi, yaitu bhwa SPMI dilaksanakan secara terbuka didasarkan pada tatanan dan aturan yang jelas senantiasa berorientasi pada rasa saling percaya untuk terselenggaranya suasana akademik yang kondusif dan menjamin terwujudya sinergisme.
  4. Azas kualitas, yaitu bahwa kebijakan SPMI dilaksanakan dengan senantiasa mengedepankan kualitas input, proses dan output.
  5. Azas kebersamaan, yaitu bahwa kebijakan SPMI selaksanakan secara terpadu, terstruktur, sistematik, komprehensif dan terarah, dengan bebrbasis pada misi dan tujuan kelembagaan.
  6. Azas hukum, yaitu semua pihak yang terlibat secara langsung dalam pelaksanaan kebijakan SPMI, taat pada hukum yang berlaku yang penegakannya dijamin oleh negara.
  7. Azas manfaat, yaitu bahwa kebijakan SPMI dilaksanakan untuk memberikan mamfaat yang sebesar-besarnya bagi segenap sivitas akademika, institusi, bangsa dan negara.
  8. Azas kesetaraan, yaitu bahwa kebijakan SPMI dilaksanakan atas dasar persamaan hak untuk terjamin terciptanya lingkungan akademik yang egaliter.
  9. Azas kemandirian, yaitu pelaksanaan kebijkan SPMI senantiasa didasarkan pada kemampuan intitusi dengan mengandalakan segenap potensi dan sumber daya yang ada untuk mengoptimalkan kemampuan instutusi yang terus berkembang secara sistematik dan terstruktur.

 

  1. Model Manajemen Pelaksanaan SPMI Unswagati

SPMI Unswagati dirancang, dilaksanakan, dikendalikan dan ditingkatkan berdasarkan pada model PDCA (Plan, Do, Check, Action). Penjabaran PDCA yang dilakukan oleh Unswagati adalah sebagai berikut :

  1. Unswagati dirancang, dilaksanakan, dan ditingkatkan mutunya berkelanjutan dengan berdasarkan pada model PDCA.

Dengan model ini maka UNSWAGATI akan menetapkan terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai melalui Rencana Induk Pengembangan (RIP), strategi dalam bentuk Rencana Strategis (Renstra) dan aktivitas yang tepat. Kemudian secara berkala, dievaluasi, dan dikembangkan kearah yang lebih baik secara berkelanjutan.

  1. Dengan model manajemen PDCA, maka setiap unit dalam lingkungan Unswagati secara berkala harus melakukan proses evaluasi diri untuk menilai kinerja unitnya sendiri dengan menggunakan standar dan prosedur yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi diri akan dilaporkan kepada pimpinan unit, seluruh staf pada unit bersangkutan, dan terhadap hasil evaluasi diri pimpinan unit Universitas akan membuat keputusan yang tentang langkah atau tindakan yang harus dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu.
  2. Melaksanakan SPMI dengan model manajemen PDCA juga mengharuskan setiap unit dalam Unswagati bersifat terbuka, kooperatif, dan siap untuk diaudit atau diperiksa oleh Tim Auditor Internal yang telah pelatihan khusus tentang audit SPMI. Audit yang dilakukan setiap akhir tahun akademik akan direkam dan dilaporkan kepada pimpinanunit dan Universitas, untuk kemudian diambil tindakan tertentu berdasarkan hasil temuan dan rekomendasi dari Tim Auditor.
  3. Semua proses di atas dimaksudkan untuk menjamin bahwa setiap kegiatan penyelengaraan pendidikan Unswagati terjamin mutunya, dan bahwa SPMI Universitas pun juga selalu dievaluasi untuk menemukan kekuatan dan kelemahannya sehingga dapat dilakukan perubahan kearah perbaikan secara berkelanjutan.
  4. Hasil pelaksanaan SPMI dengan basis model manajemen PDCA adalah kesiapan semua Prodi dalam Universitas untuk mengikuti proses akreditasi atau penjaminan mutu eksternal baik oleh BAN PT ataupun lembaga akreditasi asing yang kredibel.

 

  1. Prinsip dalam Melaksanakan SPMI Unswagati

Untuk mencapai tujuan SPMI Unswagati, untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan Unswagati maka sivitas akademika dalam melaksanakan SPMI pada setiap arah selalu berpedoman pada prinsip :

  1. Berorientasi kepada pemangku kepentingan internal dan eksternal;
  2. Mengutamakan kebenaran;
  3. Tanggung jawab sosial;
  4. Pengembangan kompetensi personil;
  5. Partisipasif dan kolegial;
  6. Keseragaman metode;
  7. Inovasi, belajar dan perbaikan secara berkelanjutan.

 

  1. Strategi SPMI

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Unswagati dalam mewujudkan tujuannya memiliki beberapa strategi :

  1. Satuan Penjaminan Mutu Internal (SPMI) menetapkan Pedoman Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi di lingkungan Unswagati.
  2. Semua sivitas akademika Unswagati menggalang komitmen menjalankan penjaminan mutu pendidikan tinggi.
  3. Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) membangun dan menetapkan sendiri standar mutu pendidikan tinggi pada setiap unit kerja baik di lingkungan Universitas jurusan atau program studi.
  4. Unswagati menetapkan dan menjalankan organisasi dan mekanisme kerja penjaminan mutu pendidikan tinggi.
  5. Unit-unit kerja di Lingkungan Unswagati melakukan benchmarking mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan (dalam atau luar negeri).

 

  1. Landasan Pengembangan Unswagati

Sebagai sebuah organisasi yang besar, Unswagati mempunyai budaya organisasinya sendiri.Budaya organisasi tersebut, tercermin dalam simbol-simbol, peraturan, nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dan dianut di Unswagati. Salah satu nilai dan norma yang dianut dan menjadi pegangan teguh segenap sivitas akademika terutama unsur pimpinan, dosen, pegawai,  karyawan dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari yang telah dicanangkan secara berkesinambungan yang menjadi landasan pengembangan Unswagati, yaitu :

Nawa Karya

  1. Pelayanan kepada mahasiswa agar lebih ditingkatkan.
  2. Dalam menyelesaikan setiap urusan agar lebih dipermudah dengan berpedoman pada peraturan/ketentuan yang berlaku, jangan mempersulitnya.
  3. Setiap pengeluaran agar lebih efesien dengan mengacu pada prinsip-prinsip transparansi dan akuntabel.
  4. Mengupayakan optimalisasi penerimaan sehingga dapat lebih meningkatkan kinerja Universitas.
  5. Dengan lebih ditingkatkannya kesejahteraan agar diimbangi dengan semangat dan etos kerja yang tinggi, disiplin dan penuh tanggung jawab.
  6. Lebih meningkatkan komitmen dalam rangka mendukung terciptanya universitas unggulan dan dapat melahirkan lulusan yang lebih berkualitas,memiliki daya saing yang tinggi, dan dibutuhkan oleh masyarakat untuk masa kini dan masa yang akandatang.
  7. Lebih meningkatkan kemampuan dan profesionalisme seluruh pengajar dengan dukungan tenaga profesional yang optimal.
  8. Kepada segenap sivitas akademika agar tetap menjaga kondisi kampus yang kondusif sehingga dapat melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dengan sebaik – baiknya.
  9. Dengan senantiasa mengharap rahmat Tuhan Yang Maha Besar, semoga tujuan Unswagati dapat tercapai dengan sukses.

Lima Pilar Unswagati

  1. Kejujuran merupakan dasar bertindak dalam menentukan berbagai kebijakan dan keputusan kepentingan lembaga selama ini telah menyakinkan kami bahwa prinsip ini akan terus menjadi rujukan utama.
  2. Profesional adalah menjadi dasar melaksanakan tugas dan kewajiban kami sehari-hari di Unswagati sehingga kualitas proses dan hasil terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
  3. Disiplin, etos kerja, dan budaya kerja menjadi landasan dalam bekerja untuk meningkatkan kinerja Unswagati menjadi Universitas unggulan secara nasional menuju Internasional.
  4. Kerjasama merupakan perwujudan dari tugas yang diembannya sesuai dengan jabatannya masing-masing sehingga tujuan Unswagati tercapai atas kontribusi dan sinergi semua pihak peduli terhadap lembaga.
  5. Menjunjung tinggi dan menjaga nama baik lembaga Unswagati adalah kewajiban kami, karena itu kami akan mempertahankan dengan segala upaya dan daya tetap menjadi lembaga terhormat di mata masyarakat nasional dan internasional.

Motto, Spirit dan Nilai-Nilai Budaya Unswagati

Motto Unswagati :“Leading in Learning” (Terdepan dalam Pembelajaran)

SPIRIT DAN NILAI “PINTAR” (Performance, Integrity,Networking, Trust Maintenance, AchievementMotivation and Religious).

  1. Performance : Penampilan dan kualitas kinerja prima, berorientasi pada pelaksanaan tugas dengan prestasi berdaya guna dan berhasil guna yang meliputi 4 T :
  • Tuntas
  • Tepat waktu
  • Terukur
  • Terdepan dalam layanan
  1. Integrity : sifat, mutu atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh, ditandai dengan :
  • Loyalitas
  • Komitmen
  • Kepatuhan
  • Kejujuran
  • Disiplin
  1. Networking : Setiap sivitas akademika mendorong dan didorong untuk mampu membangun kerjasama dan jejaring :
  • Lokal
  • Regional
  • Nasional dan
  • Global
  1. Trust Maintenance : Memelihara kepercayaan stakeholders, dengan melakukan:
  • Transparansi
  • Open Management
  • Melibatkan Stakeholders dalam Perencanaan hingga evaluasi
  • Mendengar dan menerima masukan dari stakeholders
  1. Achievement Motivation : Selalu termotivasi untuk berprestasi dan maju, dengan cara :
  • Belajar tiada henti
  • Belajar dari pengalaman
  • Selalu melakukan evaluasi
  • Selalu memperbaiki untuk mencapai yang terbaik
  • Open minded (terbuka dalam perubahan dan selalu beradaptasi)
  1. Religious : Menyandarkan seluruh Aktifitas hidup hanya karena Allah SWT dan mengikuti sunnah Rosulullah dan mengamalkan amanat Sunan Gunung Jati (Ingsun titip tajug lan fakir miskin) dengan cara :
  • Taat beribadah wajib dan sunnah
  • Bertegur salam
  • Gemar bersodakoh
  • Berdoa sebelum dan sesudah beraktifitas
  • Toleransi dalam beragama