ch9yh

Jaminan Kualitas dan Mutu, Unswagati Terapkan Standar ISO 9001: 2008

CIREBON- UniversitasSwadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, terus mendorong peningkatan kualitasdan mutu pelayanan dengan mengacu pada Sistem Manajemen Mutu InternationalOrganization for Standardization yakni ISO 9001:2008. Setelah melalui berbagaitahapan termasuk bagaimana penerapan Standard Operational Procedure (SOP) dilembaga, badan, satuan dan fakultas di lingkungan Unswagati, akhirnya dilakukanaudit oleh tim ISO 9001:2008 dari Transpacific Certification Limited (TCL), selamatiga hari dan berakhir pada Rabu (17/2).

Rektor Unswagati Prof. Dr. H. Rochanda Wiradinata, MP., mengatakan setelah dilakukanaudit secara menyeluruh, apa yang dipersyaratkan dalam standar mutu ISOtersebut di Unswagati semuanya telah terpenuhi dan tidak ada temuan baik yangminor maupun mayor. Dalam Sistem ISO 9001:2008 ini tentunya akan mendorong padaefektivitas proses continual improvement dengan pilar utama pola berpikir PDCAyakni, Plan, Do, Check, and Action, kata rektor didampingi Kepala BPM Drs.Amanan, M.Si.

Dijelaskan Prof. Djohan panggilan akrab rektor dalam setiap proses harus melaluitahapan yang matang, implementasi dan selalu ada evaluasi serta analisis datayang akurat dan tindakan perbaikan yang sesuai. Dalam pelaksanaannya semuakegiatan harus dilakukan monitoring supaya benar-benar dapat menuntaskanmasalah yang ada pada lembaga. Tentunya tetap mengacu kepada CustomerSatisfaction atau kepuasan mahasiswa, leadership, participatif denganmelibatkan semua orang, pendekatan proses, sistemik, sustainable,  factualdan bekerjasama dengan stakeholder, paparnya.

Menurut Kepala BPM Drs. Amanan, M.Si., dalam kegiatan audit ISO tersebutdiharapkan dapat meningkatkan semua faktor pendukung agar Unswagati Cirebonbisa mencapai standar yang lebih baik sebagai universitas swasta yang cukupbesar di wilayah Cirebon ini. Saya yakin Unswagati bisa bersaing denganuniversitas yang ada di wilayah 3 Cirebon dengan lebih meningkatkan kualitasdalam manajemen dan pelayanannya. Apalagi, Unswagati akan menghadapi AkreditasiInstitusi Perguruan Tinggi atau AIPT, ujarnya.

Sementara Ketua Tim Auditor ISO TCL, Risdianto menambahkan, setelah seluruhkelengkapan dan fasilitas serta pelayanan di Unswagati dilakukan penilaiandengan standar ISO pihaknya menegaskan yakin Unswagati akan lebih baik dalammemberikan pelayanan dan mutu pendidikannya. Audit ISO ini sebagai buktikeseriusan Unswagati dalam menjamin kualitas pendidikan dan kemampuan untukbersaing dengan Universitas yang ada di Indonesia, tegasnya seraya menambahkansepekan kedepan hasil audit ISO akan diketahui. Dalam penutupan audit oleh timISO tersebut, tampak hadir Wakil Rektor (WR) I Dr. Alfandi, M.Si, WR II H AcepKomara, Drs SE., M.Si, WR III Dudung Hidayat SH., MH, WR IV H. Nasir Asman, Drs., MM,Kepala BPM Amanan, Drs., M.Si,  beserta para dekan dan kepala badan dan satuan.

dbg57

Unswagati Jalin Kerjasama dengan Undip dan Unissula

SEMARANG-Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon terus membangunnetworking (jejaring) denganperguruan tinggi (PT) di dalam dan luar negeri. Sebagai upaya untuk mambangun PT yang bereputasi nasional dan berjejaringglobal, Rabu 11 Februari 2015, Unswagati dipimpin langsung Rektor Prof DR HRochanda Wiradinata, Drs., MP menjalin kerjasama dengan Universitas Diponegoro (Undip)dan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Rombongan diterima langsung oleh RektorUndip, Prof DR Sidharto P. Hadi, MES., Phd serta jajaran Wakil Rektor dan sejumlahdekan di lingkungan Undip. Penandatanganan piagam kerjasama tersebut untukmenjalin kerjasama dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, dalam bidang pendidikan,pengabdian masyarakat dan penelitian dan akan berlaku selama 3 tahun.

Rektor Unswagati Prof DR H RochandaWiradinata menyampaikan kedatangannya ke Undip selain untuk menjalin kerjasamadan belajar dalam banyak hal bagi Unswagati kedepan.  Bekerjasama dengan Undip yang sudahterakreditasi A tentunya sangat tepat sebagai rujukan bagi Unswagati untukberguru. Apalagi sebelumnya dengan Fakultas Kedokteran Unswagati sudahbekerjasama. Sekarang secara institusi universitas,katanya.

Sementara Rektor Undip Prof DR Sudharto P. Hadi, MES., Phd, menyambut baikkedatangan Unswagati Cirebon yang sebelumnya sudah dirintis kerjasamanya khususnyaFakultas Kedokteran (FK), dengan kerjasama ini (universitas,red) diharapkan terjalin kerjasamasecara lebih luas. Kerjasama ini sangat baik, apalagi dengan Unswagatisebelumnya sudah terjalin dengan baik melalui Fakultas Kedokteran, jelasnya.

Pada hari yang sama, Unswagati jugamelakukan penandatanganan MoU dengan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)di Semarang, tim Unswagati diterima pihak Yayasan Wakaf Sultan Agung danjajaran rektorat. Menerima dalam kesempatan itu dari Yayasan Subhan sertasekretaris Yayasan DR Edi Ahmad Supadi serta rektor H Anis Malik Thoha, Lc.,MA., Phd serta jajaran wakil rektor dan dekan. Usai yayasan dan RektorUnswagati serta pihak yayasan dan rektor Unissula memberikan sambutan langsungdilakukan penandatanganan Piagam Kerjasama dan dilanjutkan ramah tamah, adapun klausul dari MoU dan piagamkerjasama tersebut adalah tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Turut serta dalam rombongan Unswagati,Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) H Asep Djajuli, Wakilrektor 1 DR H Alfandi, Wakil rektor II H Acep Komara, Drs M.Si, Wakil rektorIV, H Nasir Asman, Drs MM, serta unsure pimpinan Universitas dan Fakultas.

 

v682t

Unswagati Menerima Beasiswa Bidikmisi

Dalam penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2015/2016, Unswagati menerima calon mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu dari program Beasiswa Bidikmisi.
Persyaratan :
1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau sederajat yang akan lulus pada tahun 2015
2. Lulusan tahun 2014 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru
3. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun
4. Tidak mampu secara ekonomi
5. Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S 1 (Strata 1) atau Diploma 4
6. Berpotensi akademik baik berdasarkan rekomendasi Kepala Sekolah
Untuk Informasi selanjutnya di Kampus I Unswagati Jl. Pemuda No. 32 Cirebon

 

knjj4

FKIP Unswagati Lepas 871 Calon Guru

FKIP Unswagati Lepas 871 Calon Guru **Sebagai Alumni, Anggota DPR RI H Dedi Wahidi Bantu Penegerian CIREBON- Sebanyak 871 calon guru, lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unswagati Cirebon dilepas, di gedung Cirebon Convention Hall (CCH) Jl Syarif Abdurahman (Bahagia), Selasa (6/1). Selain dihadiri Rektor Unswagati Prof DR H Rochanda Wiradinata, MP, para wakil rektor, Yayasan Swadaya Gunung Jati, Dekan FKIP Prof DR H Abdul Rozak, M.Pd, dan pejabat Unswagati lainnya hadir juga tokoh yang juga alumni Drs H Dedi Wahidi, anggota Komisi X DPR RI. Dari sebanyak 871 lulusan tersebut, program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 128 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 338 orang, Pendidikan Matematika 218 orang dan dari Pendidikan Ekonomi sebanyak 187 orang. Dari semua lulusan tersebut lulusan terbaik dari masing-masing prodi,  Mega Aprilia IPK 3,70 dari Bahasa dan Sastra Indonesia, Yuni Awalurohmah IPK 3,61 dari Pendidikan Bahasa Inggris, Nur Muhammad IPK 3,70 dari Pendidikan Matematika dan  Ana Yuliana IPK 3,47 dari Pendidikan Ekonomi. Perwakilan lulusan Riska dalam memberikan kesan dan pesan mengaku mengapresiasi apa yang telah diupayakan pihak FKIP dan Universitas dalam pembelajaran. Perbaikan dan ketersediaan sarana, jadwal perkuliahan sudah berjalan baik. Hanya fasilitas perpustakaan di FKIP hendaknya ditingkatkan. Pertahankan yang sudah baik dan tingkatkan terus pelayanannya dan tambahan fasilitasnya, ujarnya. Dekan FKIP Prof Abdul Rozak mengatakan 7.104 jam atau hanya dalam waktu 1 tahun dan 3 tahunnya sebagai daya dukungnya. Artinya mahasiswa lebih banyak diluar kampus yang seharusnya bisa lebih mendukung percepatan dalam pembelajaran dan tentunya akan memberikan manfaat dalam kehidupan, siap menghadapi kondisi apapun, jelas Prof Rozak. Keberhasilan lulusan tentu menjadi harapan banyak pihak, baik masyarakat dan khususnya keluarga. Perwakilan alumni yang juga anggota DPR RI H Dedi Wahidi, SPd mengaku bangga sebagai alumni Unswagati. Dia juga berkomitkan untuk turut mendorong realisasi penegerian Unswagati dengan memenuhi pengadaan lahan yang masih menjadi kendala. Di DPR RI kami terus memperjuangkan untuk peningkatan kualitas pendidikan dengan berbagai anggaran. Saya juga siap menampung lulusan FKIP untuk berkiprah di lembaga kami di kampus hijau Karang Ampel Indramayu, ujarnya disambut tepuk tangan. Rektor Unswagati Prof Rochanda dalam sambutannya sejalan dengan nama Unswagati, universitas berdimensi ilmiah, swadaya bermakna mandiri dan gunugjati sebagai religius. Maka, sambung Prof Djohanpanggilan akrabnyaUnswagatai ini adalah kampus yang ilmiah dan mandiri serta religius. Posisi Pak Dedi Wahidi ini sebagai prestise bagi lulusan FKIP bahwa martabat guru sekarang lebih baik dengan adanya UU Guru dan Dosen. Sekarang take home pay guru sangat luar biasa sehingga mengangkat derajat guru, tandas rektor. Bahkan kini fenomena yang ada, banyak lulusan non kependidikan dari berbagai perguruan tinggi banyak yang mengejar menjadi guru. Maka bersyukurkan bagi Anda semua para lulusan yang lulus sebagai sarjana pendidikan karena sudah didik sebagai guru profesional, pungkas Prof Djohan seraya berpesan agar membangun networking atau jaringan serta tetap menjalankan long life education atau pendidikan sepanjang hayat.

k2hby

Bersiap menghadapi pasar bebas ASEAN (MEA)

CIREBON-Menghadapi pasar bebas Asean pada 2015 Usaha Kecil Menengah (UKM) di Cirebon harus segera menyiapkan diri. Persiapan UKM yang harus disiapkan salah satunya adalah dengan inovasi produk dan pemasaran. Hal itulah yang menjadi kesimpulan dalam Regional Focus Group Discussion yang digelar oleh Fakultas Pertanian Unswagati dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia dengan Kementrian Perdagangan di aula Grawidyasabha Unswagati Selasa siang (30/12). Dalam acara tersebut nampak hadir Wakil Rektor I DR. Alfandi, Dekan Pertanian Ir. I Ketut Sukanata, MM. Sedangkan dari Kementrian Perdagangan hadir Kasubag Hubungan Antarlembaga Muhammad Amin. Selain itu, pertemuan juga dihadiri oleh puluhan pengusaha pribumi dari berbagai kota di Jawa Barat. Dalam sambutannya DR Alfandi mengatakan, demi mempersiapkan masyarakat ekonomi Asean, pemerintah harus lebih memperhatikan usaha kecil menengah. Proteksi yang bisa diberikan bisa dengan kemudahan pinjaman perbankan, ato bisa juga dengan memberikan infrastruktur yang menunjang para UMK, ujar DR Alfandi. Sementara itu, I Ketut Sukanata mengatakan pihaknya selaku akademisi siap untuk mendampingi para pelaku UKM dalam menghadapi masyarakat ekonomi Asean. Karena tambah Ketut, dalam masyarakat ekonomi Asean, para pelaku UKM harus bersaing dengan produk produk dari negara Asean lainnya. Tetapi Ketut menyayangkan dalam acara ini tidak dihadiri oleh seorang pun perwakilan dari Dinas Perdagangan dan Koperasi Kota Cirebon. Kegiatan ini kan sangat strategis untuk merumuskan langkah kesiapan para UKM ke depan. Tetapi pihak pemerintah dalam hal ini dinas perdagangan dan koperasi seperti tidak peduli, gerutu Ketut.